PERLU DIBACA SEMUA REMAJA: FANGIRL - ELEANOR & PARK

Iya, gue tahu. Gue bilang gak bakal nge-review Fangirl. Dan sekarang gue malah nge-review dua buku Rainbow Rowell. Yap. Dua sekaligus. Gue gak becanda kalau gue bilang gue orangnya gak konsisten. 




Kita mulai dari buku pertama Rainbow Rowell yang gue beli. ELEANOR & PARK. 

   Jujur aja, gue gak tahu kenapa gue tertarik baca buku ini. Gue cuma baca salah satu review dan tertarik begitu aja. Kata review itu sih, buku ini bagus banget. Walaupun di review tersebut ada beberapa novel Indonesia yang dia bilang bagus juga dan menurut gue gak. 

   Awal cari buku ini susah banget. Gue bikin petugas toko buku repot kurang lebih setengah jam. Lol. Ya itu tadi, karena Rainbow Rowell masih asing di telinga pembaca Indonesia. Orang Indonesia kan sukanya baca buku yang udah diangkat ke layar lebar. Setelah filmnya tayang, bukunya booming. Jadi, gue pikir gak terlalu banyak orang yang pengen beli Eleanor & Park. 

Apalagi setelah melihat covernya. Pasti cuma lirik sekilas dan menjauh. Sayang deh. 

   Sebelumnya gue ngeliat cover aslinya yang versi Inggris. Pas ngeliat cover versi Indonesia, gue kecewa. Mengecewakan sekali. Sumpah. Andai aja gue gak ngebet pengen baca, gak bakal gue beli. Cover versi Indonesia bikin Eleanor kelihatan genit. Dan Eleanor sebenarnya gak ada genit-genitnya. Kalau gak salah, Rainbow Rowell sendiri pernah nge-tweet langsung dan bilang dia kecewa juga sama cover Eleanor & Park versi Indonesia. 

Tapi, dont judge the book by its cover. 

So...

   Gue buka bukunya, and you know what? Halaman pertama gue udah nemu typo. Tapi ternyata karena penasaran mampus, hal itu gak mematikan semangat gue untuk baca buku ini. 

   Judul buku ini diambil dari nama dua tokoh utamanya. Sederhana? Gak. Justru pemilihan judul itu tepat. Karena gue gak kepikiran judul apa yang lebih cocok dari Eleanor & Park. 

   Eleanor bukan tokoh yang secara umum sering dituliskan para penulis. Cantik, gak. Gak sadar kalau dia cantik tapi memang cantik, juga gak. Eleanor itu gendut, badannya besar. Rambutnya merah menyala dan keriting. Cara berpakaiannya terlalu mencolok untuk diabaikan. Di sekolah ia dipanggil badut besar merah. 

   Keluarga Eleanor juga bukan keluarga impian. Orang tua kandungnya bercerai dan ia tinggal bersama ibu yang menikah lagi dengan laki-laki yang suka melakukan kekerasan. Keadaan ekonomi mereka juga tidak baik ditambah ia memiliki empat saudara lainnya. 

   Park. Dari namanya udah ketahuan kan? Ibunya orang Korea yang sudah lama menetap di Amerika. Tapi tidak ada cerita yang sangat Korea di buku ini. Rainbow Rowell menggambarkan Park sebagai cowok cantik. Gue sendiri setelah membaca buku ini menarik kesimpulan kalau Park itu biasa-biasa aja dari segi penampilan. Dia tinggi, rambut hitam, mata sipit, dan yang pasti kulit putih mulus. Tapi gak, dia bukan cowok favorit di sekolah. Semua cewek di sekolah gak tergila-gila dengan Park. 

   Justru Park adalah tipe yang... apa ya namanya, cari aman? Dia berhubungan baik [gak bisa gue sebut berteman] dengan Steve, salah satu cowok penguasa di sekolah. Dan dia mantan Tina –salah satu cewek tercantik di sekolah. Dari hal itu, kasta Park di sekolah cukup aman sehingga terhindar dari bullying. Dan Park memanfaatkan itu dengan tidak ambil pusing, ia tidak ingin terlibat masalah.

   Keluarga Park adalah keluarga bahagia. Kedua orang tuanya saling mencintai dan Park punya seorang adik laki-laki yang memiliki hubungan seperti layaknya hubungan adik kakak, iri ketika salah satu dapat konsol game baru. Mereka makan malam bersama dan kadang di hari tertentu pergi jalan-jalan ke luar. 

   Eleanor dan Park sangat bertolak belakang dalam segala aspek kehidupan. Eleanor bukan tipe karakter yang akan membuat karakter utama pria tertarik pada pandangan pertama. Park juga buka karakter yang akan membuat karakter utama wanita lupa bagaimana caranya bernapas. Dan di situlah istimewanya buku ini, bagaimana kedua karakter ini berinteraksi dan akhirnya jatuh cinta. Mereka bertemu di bis, terjebak, dan jatuh cinta melalui komik dan musik. 

   Setiap kebersamaan mereka di bis adalah favorit gue. Sumpah, gue bacanya itu terasa alami, ngalir, dan manis. Mungkin gue belum bilang, tapi Rainbow Rowell memiliki kemampuan menghidupkan karakternya dengan sangat jenius. Kisah Eleanor & Park ini adalah cerita yang mungkin aja terjadi di kehidupan nyata. Yang gak akan memberikan kesempatan lo buat bilang bahwa, “Ah, cerita gitu cuma ada di novel.” 

No. 

   Kisah Eleanor & Park terasa real dan logis. Bahkan endingnya pun sangat real. Di saat bersamaan sederhana dan rumit. Bingung kan? 

   Eleanor dan Park jatuh cinta. Tipe jatuh cinta yang terlalu serius pada remaja sekolahan. Sederhana kan? Dua orang jatuh cinta. Namun ketika jatuh cinta, hal itu bukan melulu tentang dua orang aja. Ada penilaian orang lain, masalah yang dibawa masing-masing, kekurangan masing-masing, dan seterusnya seterusnya. Lalu semuanya campur aduk, melilit, dan menjadi rumit. 

   Gue tahu banyak orang terjebak dalam keluarga yang gak bahagia dengan orang tua (baik kandung maupun tiri) yang abusing. I feel sorry for them. Dan banyak orang yang terjebak menjadi orang yang diinginkan orang lain, bukannya menjadi diri sendiri, karena menurut orang lain mereka harus seperti ini, seperti itu. 

   Eleanor dan Park menghadapi kisah yang sepertinya dihadapi semua orang di kehidupan nyata. Kalau kita harus terima bahwa gak semua kisah yang manis, bahagia, dan sempurna selalu berakhir dengan happy ending. Bahwa di dalam kehidupan ada pilihan-pilihan pahit yang harus kita buat untuk tetap hidup. Dan kita gak bisa berbuat apa-apa tentang hal itu. 

(-)

Cover jelek

Typo dimana-mana

Pilihan huruf cetaknya bikin gue susah baca. Per huruf seperti memiliki spasi, jadi gue susah membedakan kata satu dengan yang lainnya. Terutama karena gue bacanya dalam waktu lama. 

(+)

Cerita real, logis, romantis, dan manis. Bintang 4

Pesan cerita bintang 5

Terjemahannya oke


Setelah gue selesai baca Eleanor & Park, buku ini bikin gue merenungkan kisahnya. Jadi pasti buku ini buku yang berkualitas. 





NEXT, kita bahas buku favorit gue yang lain dari Rainbow Rowell. FANGIRL.

   FANGIRL adalah novel yang berkisah tentang Cather Avery, si penulis fanfiction terkenal. Jadi yang pertama kali pengen gue bilang adalah bagi kalian penulis fanfiction, wajib memiliki atau membaca buku ini. Dan gak, gue bukan penulis fanfic. 

   Cather Avery dan Wren, saudara kembarnya, masuk ke universitas. Ini jenjang kehidupan baru dan asing bagi Cath. Sialnya, dia juga tidak suka perubahan. Tambahan masalah lain yaitu Wren tidak mau lagi bergaul dengan Cath dan terang-terangan menolak satu kamar bersama Cath di asrama. Cath sendirian, ia introvert, teman sekamarnya memiliki aura menyeramkan dan selalu membawa pacarnya yang berbeda-beda berkunjung ke kamar mereka. Singkat cerita, dunia Cath jungkir balik. 

   Kelas paling ditunggu-tunggu Cath ketika masuk universitas –penulisan fiksi- berubah menjadi bencana ketika dosen Cath menganggap fanfic adalah tanda akhir zaman bagi sastra. Itu bencana karena Cath adalah penulis fanfiction Simon & Baz paling terkenal dan yang paling penting Simon & Baz adalah segalanya bagi Cath. Bagi Cath, Simon dan Baz adalah hidupnya. 

   Lalu ada cowok bernama Levi, mantan Reagan -teman sekamar Cath- yang secara tidak sadar membuatnya jatuh cinta. Apa yang lebih buruk dari jatuh cinta pada mantan teman sendiri? Terutama kalau Reagan lebih segalanya dari Cath. 

Sialan.

Gue suka buku ini. 

Terutama karena Cath benar-benar mengingatkan gue sama sifat gue sendiri. 

Dan gue perlu Levi. Serius, gue perlu cowok kayak Levi. Gak apa-apa kalau dia bukan tipe leader. 

   Cather Avery. Sangat, sangat, sangat tertutup. Fisiknya? Gak terlalu ditekankan dalam cerita. Sama seperti karakter lain yang gak terlalu ditekankan deskripsi fisiknya. Jadi gue agak lupa. Kalau gak salah dia memiliki rambut panjang dan tubuh yang lebih berisi dari Wren. Pakai kacamata. Selera pakaiannya sederhana, kardigan dan kaos dengan gambar Simon & Baz. Cuma emang Wren –saudara kembarnya- lebih hot dari dia. Sangat penyendiri, betah berlama-lama di dalam kamar, tidak suka menerima perhatian, tidak suka hal baru, buruk dalam hal beradaptasi, tidak mudah dekat dengan orang lain, penyayang. Luar biasa pintar, peraih IP 4. 

   Jadi Cath adalah tipe orang yang terlalu banyak berpikir dan terlalu sedikit bicara. Dan Cath menganggap dirinya tidak waras. Karena ia percaya itu gen keturunan dari ayahnya, yang pernah masuk rumah sakit jiwa. Dan Cath sebenarnya takut akan menjadi seperti ayahnya. Mengenai ayahnya, Cath sangat menyayangi Ayahnya dan selalu khawatir dengan ayahnya. Orang tua Cath dan Wren bercerai, mereka tinggal bersama ayahnya. Ibunya pergi dan tidak membawa mereka. Menurut Cath, itu karena ibu mereka tidak menginginkan mereka. Jadi, ia benci dengan ibunya. 

Yang gue suka dari karakter Cath adalah dia teguh dengan pendiriannya. 

Apa aja sih yang gue suka tentang buku ini? Satu-satu ya..

   Percakapannya jenius. Gue rasa gue perlu menekankan dan mengulangi kalimat review gue tentang Rainbow Rowell di atas bahwa Rainbow Rowell adalah seorang penulis jenius. Bukan hanya percakapan di cerita ini, tapi juga di potongan-potongan fanfic Simon & Baz. Menurut gue kekuatan buku ini ada di percakapan-percakapannya. Biasanya kan ada buku yang menekankan pada deskripsi untuk menciptakan suasana. Nah, buku ini bisa menciptakan suasana dari percakapan. 

   Apa adanya dan gak mendramatisir cerita. Nah ini satu lagi alasan gue suka Rainbow Rowell. Cerita karya dia itu gak ada yang drama. Pesannya tetap dapat. 

   Karakternya keren. Gue terutama suka Reagan. Cara Reagan menjelaskan pendapatnya tentang Cath yang berkencan dengan mantannya sendiri dan gak ambil pusing, itu sangat keren. Haha. Pokoknya Reagan itu cewek keren. 

Levi. Gue udah bilang, gue perlu satu orang cowok kayak Levi. 

   Secara keseluruhan, buku ini tepat untuk remaja-remaja yang akan masuk sekolah baru atau masuk universitas. Menyeberang ke kehidupan baru dan belajar beradaptasi. 

(-)

Marginnya pas-pasan

(+)

Cerita, bintang 5

Covernya lucu, cute, dan manis. Kalau-kalau kalian penasaran, Fangirl dan Eleanor & Park berasal dari penerbit yang berbeda [di Indonesia] 

Tema cerita: keluarga, persaudaraan, persahabatan, cinta. Bintang 5

---


Secara resmi gue bilang, Rainbow Rowell adalah penulis favorit gue. 





Post a Comment

0 Comments